This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Tokoh-Tokoh Science. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh-Tokoh Science. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Oktober 2012


Rachel Carson, Kesunyian Musim Semi Akibat Pestisida

Ditulis oleh Tatang Sopian pada 12-05-2005

“Silent Spring”, itulah judul buku yang dipublikasikan oleh Rachel Carson pada tahun 1962. Buku tersebut telah membangkitkan kesadaran publik akan bahaya pestisida terhadap ekosistem, dan lebih jauh lagi telah mengangkat tindakan legislasi terhadap isu tersebut. Buku ini akhirnya menjadi salah satu bahan referensi utama berbagai artikel atau buku yang bercerita tentang sejarah pengendalian hama terpadu (Integrated Pest Management) di bidang pertanian ataupun sejarah panjang pestisida dan kimia pertanian itu sendiri.
Judul buku yang berarti kesunyian musim semi ini, mengisahkan bagaimana alam di musim semi yang semula cerah ceria penuh dengan suara burung berkicau dan organisme hidup tiba-tiba terusik oleh kehadiran pestisida yang digunakan secara ekstensif terutama di bidang pertanian, dan mengakibatkan terbunuhnya berbagai jenis organisme hidup, dan megancam kehidupan manusia. Buku ini dikemas dalam bentuk tulisan ilmiah bercampur bahasa keseharian, mengemukakan fakta-fakta bagaimana pestisida mengalami akumulasi di dalam rantai makanan hingga akhirnya terakumulasi pada manusia sebagai konsumen puncak pada rantai makanan (food chain).
Siapakah Rachel Carson? Orang yang bernama lengkap Rachel Louise Carson ini, dilahirkan pada tanggal 27 Mei 1907, di Springdale Pennsylvania ? Amerika Serikat. Sejak kecil Rachel Carson telah ditanamkan rasa cinta lingkungan oleh ibunya, sehingga beliau akhirnya memilih biologi kelautan sebagai bidang pendidikannya di Pennsylvania College for Women (kini menjadi Chatam College). Beliau kemudian meraih gelar MA pada tahun 1932 dari John Hopkins University di bidang zoology.
Awal karir bekerjanya dihabiskan sebagai peneliti dan editor di Biro Perikanan Amerika Serikat. Berbagai tulisan dan artikel tentang konservasi sumber daya alam telah dihasilkannya sejak tahun 1936, beberapa di antaranya berisikan tentang pendidikan kecintaan kepada lingkungan dalam bahasa-bahasa puitis dan ilmiah populer.
Tidak banyak prestasi luar biasa yang dihasilkannya selama menjadi seorang peneliti biologi kelautan dan penulis, selain beliau pernah menjadi Pimpinan Editor U.S. Fish and Wildlife Service dan mendapat penghargaan atas studi kelautan yang dibukukan pada “The Sea Around Us” (1952) dan “The Edge of the Sea” (1955). Kepeduliannya terhadap lingkungan membuat beliau merasa terusik atas pertumbuhan penggunaan pestisida sintetis pasca perang dunia kedua. Pada akhirnya beliau mempublikasikan hasil penelitiannya tentang bahaya pestisida terhadap ekosistem melalui “Silent Spring” (1962).
Kehadiran buku ini menimbulkan kontroversi di Amerika Serikat. Berbagai media massa memberitakan tentang buku tersebut, sementara di sisi lain berbagai tekanan diterimanya terutama dari kalangan industri kimia agar beliau bersedia menarik kembali buku tersebut. Sampai akhirnya Kongres Amerika Serikat mengundang Rachel dalam acara dengar pendapat dan mendengarkan kesaksian langsung dari beliau mengenai isu bahaya pestisida tersebut bagi ekosistem, tepat sebelum rapat kongres pada tahun 1963. Dari hasil kesaksian inilah akhirnya dibentuk undang-undang nasional perlindungan lingkungan di Amerika Serikat (NEPA-National Environmental Protection Act) pada tahun 1969.
Rachel Carson meninggal akibat penyakit kanker payudara yang dideritanya pada tahun 1964 atau setahun setelah beliau memberikan kesaksian di depan Kongres Amerika Serikat. Beliau memang tidak sempat melihat tindak lanjut kesaksiannya di depan Kongres Amerika Serikat, namun kita bisa melihat bagaimana beliau memperingatkan dunia akan bahaya pestisida melalui kisah sejarah berkembangnya Integrated Pest Management di berbagai textbook di berbagai belahan dunia. Bahkan pada tahun 2002 yang lalu, dalam 40th Anniversary of Rachel Carson’s Silent Spring, buku tersebut dicetak ulang dalam kemasan baru dengan ditambahkan oleh kata sambutan dari Presiden Amerika Serikat.

Leopold Ruzicka, Pemenang hadiah Nobel Kimia tahun 1939


Leopold Ruzicka
Leopold Stephen Ruzicka dilahirkan pada tanggal 13 September 1887 di Vukovar, sebuah kota kecil kecil Kroasia di Danube, sebelah timur antara pertemuan dengan Drava. Ayahnya Stjepan Ruzicka, adalah seorang pembuat kandang ayam; nama gadis ibunya adalah Ljubica Sever. Kakeknya termasuk orang Cekoslowakia, yang merupakan asal nama Ruzicka, seorang Austria dan istrinya dari Wurtemberg, sedangkan lima orang lainnya adalah orang Kroasia. Nenek moyangnya adalah seorang seniman atau petani, yang telah menikmati hanya beberapa tahun sekolah. Setelah kematian ayahnya yang begitu cepat pada tahun 1891, ia kembali dengan ibunya ke tempat kelahiran, Osijek, di Drava, sebelah barat penyebrangan dengan Danube. Di sana ia mengikuti sekolah negeri dan sekolah grammar klasik di mana bahasa Kroasia digunakan. Ia adalah murid yang baik dalam beberapa hal, tapi hanya tertarik pada fisika dan matematika. Mata pelajaran lainnya, termasuk sains deskriptif, sangat tidak disukainya. Tidak ada ilmu kimia dalam kurikulum tetapi, ia tetap memutuskan untuk mempelajari ilmu kimia di luar ketertaarikannya pada komposisi produk alam.
Ia ingin melanjutkan ke Institut Politekhnik Zurich tetapi ia khawatir bahwa ujian masuk yang diperlukan tidak hanya ilmu kimia tetapi juga geometri deskriptif. Sebagai gantinya, ia memutuskan untuk pergi kuliah ke Jerman, di mana setiap orang yang menyelesaikan pendidikan sekunder lengkap dapat diterima sebagai mahasiswa di Universitas atau Institut Tekhnik tanpa harus melewati ujian masuk tambahan. Ia memilih Technische Hochschule di Karlsruhe, di mana ia memulai studi kimia pada tahun 1906. Hal ini sangat berpengaruh pada masa depannya. Belakangan, ia menemukan bahwa kurikulum di Zurich, termasuk kerja praktik, diatur dengan peraturan yang sangat kaku; di tahun 1906, ketika kehadiran kuliah harus dicek. Di Karlsruhe, di sisi lain, terdapat kebebasan. Ia menyelesaikan kursus laboratoriumnya dalam 1 ¾ tahun dan kemudian segera memulai penelitian doktoralnya pada senyawa ketena dengan Profesor Staudinger, yang saat itu berusia 27 tahun, hanya lebih tua 6 ½ tahun. Ada beberapa birokrasi resmi , ia tidak menghadiri kuliah tekhnologi kimia, sayangnya juga kimia fisika dan fisika.
Setelah dua tahun kerja penelitian Ruzicka adalah Dipl.Ing. dan dua minggu berikutnya menjadi Dr.Ing. Satudinger menunjuknya sebagai asistennya, dan mereka bersama memasuki bidang yang belum dieksplorasi pada penyusun aktif senyawa- yang mereka beri nama pirethrin- bubuk serangga Dalmatian, sebuah produk tanaman, beracun untuk serangga dan binatang berdarah dingin lainnya. Mereka pun membuka bab baru tentang kimia alisiklis, yang kemudiantidak dikenal terkait dengan Ruzicka, sebagaimana terkait dengan Staudinger.
Pada bulan Oktober 1912, ia mengikuti Staudinger untuk menjadi pengganti Wilstätter di Eidgenössische Technische Hochschule (ETH, Institut Tekhnologi Swiss) di Zurich. Di Swiss, ia menemukan tidak hanya sebuah kampung halaman tapi juga kedamaian dan lingkungan ramah tamah yang membawanya dengan segala kondisi untuk penelitian yang bebas gangguan.
Pada tahun 1917, ia menjadi warge negara Swiss.
Pada tahun sebelumnya, ia telah memulai pekerjaan independen dan keputusan ini mengawali sebuah dekade yang bahagia dalam hidupnya, ketika ia bisa bekerja di laboratorium dari pagi hingga malam, dengan tema penelitian yang ditentukannya sendiri, tanpa harus mengajar, kecuali satu jam perminggu sejak tahun 1918. Selama tahun 1920-1924 ia meletakkan dasar-dasar semua penelitian yang akan dilakukannya.
Untuk penyelesaian kerjanya (sangat penting menjadi Privatdozent) pada tahun 1916-1917 ia merasa senang untuk mendukung pembuat parfum tertua di dunia, Haarmn & Reimer, Holzminden di Jerman. Titik awal untuk kerjasama mereka adalah formula Tiemann untuk lebh jantan; hasilnya adalah sintesis total senywa fenchone dan perpanjangan dan interpretasi penyusunan ulang Wagner Iistilah ini diperkenalkan olehnya). Setelah pekerjaannya pada tahun 1918 di Ciba, Basle ikut tertarik dengan penelitiannya tentang preparasi senyawa seperti kuinin. Dengan asisten yang beragam, pembuatan pertama β-collidine dan linalool, sintesis sebagian senyawa pinena, dan serangkaian penyelidikan bidang monoterpena telah dilakukan.
Pada tahun 1921, pembuat parfum Jenewa, Chuit, Naef & Firmenich, memintanya untuk berkolaborasi dengan mereka. Pada saat ini, penyelidikan yang mengarah pada elusidasi formula penyusun terpena tingkat tinggi telah dimulai. Dalam bidang parfum dan sesquiterpena, sintesis total nerolidol dan farnesol dilaksanakan menyeluruh. Struktur jasmone pun ditetapkan, formula irone Tiemann dikoreksi, dan dilakukan kerja sintesis untuk senyawa ini. Tapi sejauh itu, buah-buahan yangpaling penting dalam taman parfum adalah elusidasi struktur parfum musk yang terjadi secara alamiah yakni civetone dan muscone. Mengikuti penemuan-penemuan ini, Ruzicka dan koleganya mampu menyiapkan serangkaian keton alisiklis dengan 9 hingga 30 atom karbon lebih sebagai anggota cincin, senyawa yang sebelumnya diragukan keberadaannya.
Sepanjang tahun 1925-1926, kebanyakan ia habiskan dengan teman-temannya di Jenewa. Dari Oktober 1926 hingga 1929 ia adalah Profesor Kimia Organik di Universitas Utrecht. Meski ia bahagia di Belanda, ia memutuskan untuk menerima undangan ETH untuk kembali ke Zurich. Alasan utama keputusan ini adalah kekuatan industri kimia organik Swiss, khususnya cabang farmasi dan parfum, yang membutuhkan kemampuan dan energi seluruh ahli kimia dengan pelatihan yang menyeluruh dalam kimia organik modern. Keadaan ini bukan hanya tantangan untuk kemampuan mengajar dan penelitian bagi para profesor, tapi juga mendorong para mahasiswa untuk memenuhi pemahaman yang diperlukan atas teori dan metode yang melengkpi mereka dalam berkarir di industri tersebut. Komunitas profesor lipat tiga, mahasiswa dan industri menjadi terikat bersama dengan ikatan minat yang sama.
Pada tahun 1930, Ciba memperbaharui hubungan dengan laboratoriumnya. Asosiasi ini mengarah selama beberapa tahun secara ilmiah seperti keberhasilan penting industri dalam bidang pembuatan hormon seks pria. Dari tahun 1937, Yayasan Rockefeller dengan dermawan memberikan dukungan keuangan untuk penelitian senyawa alam, khususnya triterpena dan steroid, bebas tanpa persyaratan apapun. Dengan dua industri, terbentuklah grup pendukung kuat untuk tim penelitiannya yang tumbuh cepat saat itu.
Profesor Ruzicka menerima delapan gelar doktorat kehormatan (4 di bidang sains, 2 di bidang kedokteran, 1 di bidang Ilmu alam, 1 di bidang hukum), 7 hadiah dan medali, 24 keanggotaan kehormatan organisasi ilmiah kimia, biokimia dan lainnya, 18 keanggotaan kehormatan asing dari berbagai akademi ilmiah luar negeri. Kenalannya begitu luas, tidak hanya secara geografis tapi juga secara spiritual. Termasuk kota Vatikan seperti halnya Moskow. Ia merasa bahwa kehormatan yang ia dapatkan harus disebarkan ke seluruh anggota tim, dan untuk itu, sekedar contoh, pujian Doktor Diploma Kehormatan Harvard tahun 1936 (perayaan usia tiga ratus tahun universitas tertua Amerika Serikat) harus dibaca lebih realistis dalam bentuk jamak “… kepada tim ahli kimia, yang menantang serangan brilian mereka dalam metode, berhasil dalam interpretasi arsitektur senyawa alam yang mengagumkan”, karena setiap anggota tim telah membantu mentransformasi mimpi anak muda hingga anggota tertuanya menjadi kenyataan.
Ruzicka menikah denganAnna hausman pada tahun 1912, dan Gertrud Acklin pada tahun 1951. Ia tidak memiliki anak, dan hidup di Zurich. Hobinya adalah berkebun tanaman pegunungan Alpen dan lukisan kuno Belanda dan Skotlandia .
Leopold Ruzicka meninggal pada tanggal 26 September 1976

James B. Sumner, Penerima Hadiah Nobel Kimia tahun 1946


James B. Sumner
James Batcheller Sumner dilahirkan di Canton, Massachusettes, pada tanggal 19 November 1887, sebagai anak laki-laki dari pasangan Charles Sumner dan Elizabeth Rand Kelly. Nenek moyangnya adalah orang yang memegang teguh pada tata susila yang datang dari Bicester, Inggris pada tahun 1696 dan menetap di Boston. Ayahnya memiliki daerah pedesaan yang luas, sedangkan kakeknya memiliki pertanian dan pabrik katun. Young Sumner mengikuti pendidikan di Eliot Grammar School selama beberapa tahun dan kemudian dikirim ke sekolah Roxbury Latin. Di sekolah ia merasa bosan dengan semua mata pelajaran kecuali fisika dan kimia. Ketertarikannya pada senjata api dan sering pergi berburu. Ketika sedang berburu sejenis burung belibis di usia 17 tahun, secara tidak sengaja lengan kirinya tertembak oleh temannya sendiri; akibatnya, tangan kirinya harus diamputasi tepat di bawah sikutnya. Setelah hanya memiliki satu tangan, lantas ia pun harus belajar untuk melakukan segala hal dengan tangan kanannya. Kehilangan tangannya membuatnya mengerahkan segala kemampuan hingga melampaui batas dalam olahraga athletik, seperti tennis, ski, skate, biliar.
Pada tahun 1906, Sumner mendaftar ke kampus Harvard; ia lulus pada tanggal 1910, terfokus di bidang ilmu kimia. Stelah melewati masa kerja yang singkat di pabrik merajut katun yang dimiliki pamannya, tipe pekerjaan yang tidak membuatnya tertarik, ia pun menerima jabatab mengajar di Kampus Mc. Allison, Sackville, New Brunswick. Hal ini diikuti dengan beasiswa yang didapatkan sebagai asisten dalam ilmu kimia di Institut Politekhnik Worcester, Massachusettes, pada tahun 1911, yang kemudian ia berhenti bekrja pada tahun 1912 untuk mempelajari biokimia dengan Profesor Otto Folin di Sekolah Kedokteran Harvard. Meski Folin menyarankannya untuk mengambil jurusan Hukum, karena ia berpikir bahwa laki-laki bertangan satu tidak akan sukses di bidang ilmu kimia, Sumner pun tetap bersikeras dan mendapatkan gelar Ph.D. pada bulan Juni 1914. Beberapa bulan berikutnya dalam perjalanannya di Eropa, ia terdampar di Swiss selama sebulan ketika pecah Perang Dunia I. Selama periode ini, ia menerima undangan untuk menjadi Asisten Profesor Biokimia di Sekolah Kedokteran Cornell, Ithaca, New York, sebuah jabatan yang dipegang hingga tahun 1929, ketika ia berhasil menjadi Profesor Biokimia penuh.
Penelitian Sumner di Cornell bermula mengenai metode analisis; meski kerja kerasnya ia tak pernah mendapatkan hasil apapun yang menarik. Ia kemudian memutuskan untuk mengisolasi enzim dalam bentuk murni, sebuah tujuan embisius yang belum pernah dicapai oleh siapapun saat itu, tapi merupakan tipe penelitian yang cocok dengan peralatannya dan staf laboratorium yang sangat sedikit. Khususnya, ia bekerja dengan urease.
Selama beberapa tahun penelitiannya tidak berhasil, tapi meski koleganya telah kehilangan semangat yang meragukan apakah ada enzim yang bisa diisolasi dalam keadaan murni, ia tetap melanjutkan pekerjaannya. Pada tahun 1921, ketika penelitiannya masih dalam tahap awal, ia telah mendapat jaminan biaya penelitian dari Yayasan Amerika-Belgia dan memutuskan untuk pergi ke Brussel untuk bekerja dengan Jean Effront, yang telah menulis beberapa buku mengenai enzim. Bagaimanapun, rencana itu gagal karena Effront menganggap bahwa ide Sumner untuk mengisolasi urease sangat konyol. Kembali ke Ithaca, akhirnya ia meringkas penelitiannya, pada tahun 1926, ia berhasil (“Saya pergi menelpon dan berkata kepada istri saya bahwa saya telah mengkristalkan enzim pertama”, tulisnya dalam catatan autobiografi). Isolasi dan kristalisasi urease yang dilakukannya mendapat beragam respon; bahkan hampir diabaikan oleh kebanyakan ahli biokimia, tapi hal itu membuatnya mendapat beasiswa profesor penuh pada tahun 1929.
Secara bertahap, mulai banyak orang yang mengenalinya. Pada tahun 1937, ia diberikan Beasiswa Guggenheim; ia pergi ke Uppsala dan bekerja di laboratorium Profesor The Svedberg selama lima bulan. Ia mendapat penghargaan medali Scheele di Stockholm pada tahun yang sama. Ketika Northrop, dari Institut Rockefeller, mendapatkan pepsin kristal, dan juga enzim-enzim yang lain, segalanya mulai jelas bahwa Sumner telah merencanakan metode kristalisasi umum untuk enzim. Pihak-pihak yang awalnya menolak, mulai mengakui klaim Sumner dan Northrop- dan Willstätter adalah yang paling terakhir mengakui-dan puncak pengakuan datang pada tahun 1946, ketika hadiah Nobel diberikan kepada Sumner dan Northrop. Pada tahun 1948, Sumner terpilih untuk Akademi Sains Nasional (Amerika Serikat).
Sumner menikah tiga kali; Pada tahun 1915, ia menikah dengan Bertha louise Ricketts yang kemudian ia ceraikan. Mereka memiliki enam anak, datu di antaranya meninggal ketika masih kecil. Pada tahun 1931 ia menikahi Agnes Paulina Lundkvist, dan akhirnya pada tahun 1943 dengan Mary Morrison Baeyer. Ia meninggal karena kanker pada tanggal 12 Agustus 1955.

Paul Sabatier, Penerima hadiah Nobel Kimia tahun 1912


Paul Sabatier
Paul Sabatier dilahirkan di Carcasonne di Perancis Utara pada tanggal 5 November 1854. Ia dididik di Lycѐe dan disiapkan di Toulouse untuk ujian masuk ke École Polytechnique dan the École Normale Supérieure. Ia diterima di kedua kampus dan memilih kampus terakhir yang ia masuki pada tahun 1874; tiga tahun kemudian ia lulus, yang pertama di kelasnya. Ia mengajar fisik selama setahun di sekolah setempat di Nîmes sebelum pergi ke Collège de France pada tahun 1878 sebagai asisten Berthelot. Ia menerima gelar Dooctor of Science (D.Sc) pada tahun 1880.
Sabatier mengambil kursus fisika di Fakultas sains di Bordeaux hingga Januari 1882, ketika ia menerima  jabatan yang sama di Universitas Toulouse. Ia pun menjadi bertanggung jawab untuk kursus ilmu kimia pada tahun 1883, dan dipilih menjadi profesor Kimia pada tahun 1884, sebuah jabatan yang ia pegang hingga masa pensiun pada tahun 1930. Ia menjadi Dekan Fakultas Sains pada tahun 1905 dan tetap mengajar meski pensiun hingga ia meninggal tahun 1941. Ia sangat percaya pada Toulouse dan menampik banyak tawaran posisi menarik di mana saja, terutama sebagai pengganti Moissan di Sorbonne pada tahun 1908.
Penelitian awal Sabatier terfokus pada termokimia sulfur dan senyawa logam sulfat, yang menjadi judul tesis untuk gelar doktornya, dan di Toulouse, ia melanjutkan penelitian kimia fisikanya pada sulfida, klorida, khromat, dan senyawa tembaga. Ia juga mempelajari oksida nitrogen dan asam nitrosodisulfonat dan garamnya, dan melaksanakan penelitian mendasar tentang koefisien partisi dan spektrum absorpsi.
Ketika ia memulai penelitiannya pada fenomena katalisis, Sabatier langsung menunjuk keanehan       dalam hukum fisika Faraday dan ia menyusun teori kimanya yang mempostulasikan pembentukan senyawa antara yang tidak stabil. Penelitian seksamanya dan penemuan penggunaan logam katalis hidrogenasi yang sangat halus membentuk dasar margarin, hidrogenasi minyak, dan industri metanol sintetis. Ia mendemonstrasikan selektivitas aksi katalitik dan juga selektivitas katalis sebagai racunm seperti halnya perkenalan, penggunaan dan menunjukkan hasil aktivitasnya yang telah diperbaiki. Ia juga melakukan studi tertutup pada hidrasi katalitik dan dehidrasi, menguji secara hati-hati kemungkinan reaksi spesifik dan aktivitas umum berbagai katalis.
Penelitian Sabatier secara akurat tercatat dalam publikasi organisasi ilmiah dan bukunya yang paling penting La Catalyse en Chimie Orgarnique (Katalis dalam kimia Organik), dipublikasikan pertama kali pada tahun 1913, dengan edisi kedua pada tahun 1920, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh E.E. Reid yang dipublikasikan pada tahun 1923.
Sabatier adalah anggota Akademi Sains Perancis dan Komandan Légion d’Honneur. Ia adalah Doctor of Science (D.SC.), honoris causa, dari Universitas  Philadelphia dan anggota kehormatan Royal Society London, Akademi Madrid, Akademi Sains Kerajaan Belanda, Himpunan Kimia Amerika, dan banyak institusi asing lainnya. Ia mendapat penghargaan Prix Lacate ( pada tahun 1897);  Prix Jecker ( pada tahun 1905); Medali Davy (pada tahun 1915) dan  Medali Kerajaan (pada tahun 1918) dari Royal Society; dan Medali Franklin dari Institut Franklin (pada tahun 1933). Untuk metode yang dikembangkannya dalam hidrogenasi senyawa organik dengan keberadaan logam halus, ia mendapat hadiah Nobel Kimia pada tahun 1912, berbagi hadiah dengan Victor Grignard, yang menerimanya dengan penemuan pereaksi yang disebut pereaksi Grignard.
Paul Sabatier adalah laki-laki yang tekun. Ia menikah dengan Mlle. Herail dan mereka memiliki empat anak perempuan, satu di antaranya menikah dengan ahli kimia Italia, Emilio Pomilio. Ia sangat tertarik pada seni dan berkebun.
Ia meninggal pada tanggal 14 Agustus 1941.

Henry Edward Schunck, Ahli Kimia dari Manchester yang terkenal


Henry-Edward-SchunckHenry Edward Schunck dilahirkan pada tanggal 16 Agustus 1820, satu dari tujuh anak Martin Schunck, yang pindah dari Malta ke Manchester pada tahun 1808. Martin adalah pemilik toko yang sukses dalam bisnis tekstil dan Edward (ia tidak pernah menggunakan nama pertamanya) diharapkan dapat meneruskan bisnis keluarga. Edward dididik secara privat di Manchester dan diperkenalkan dengan kimia praktis oleh William Henry (1774 -1836), pembimbing hukum kelarutan gas. Pendidikan lebih lanjut adalah di Berlin dengan Magnus dan Rose, dan dikkuti dengan gelar Ph.D. dengan Justus von Liebig di Giessen. Kembali ke Inggris pada tahun 1842, Edward menjadi manajer pabrik di Belfield, di daerah pinggiran Rochdale, bleaching dan pencetakan kain mori mentah. Tapi setelah beberapa tahun, ia melepaskan pekerjaan tersebut, dan kesuksesan keluarga membuatnya mampu hidup sebagai ahli sains dermawan dan terhormat.
Paper ilmiah pertamanya (sekitar 200 halaman) dipublikasikan pada tahun 1841 dan membahas asam khrissamat, sebuah hasil reaksi nitrasi kayu gaharu, yang bisa digunakan sebagai pewarna. Ketika masih di Giessen, ia menguji sebangsa tumbuhan lumur, dan selanjutnya mampu mengisolasi dan mengenali asam lekanorat, asam erithrat, asam orsellinat, yang merupakan prekursor sumber pewarna ungu pada lumut.
Penelitian utama adalah pada madder (pohon anggur eropa dan asia yang daunnya berduri dan bunganya kecil kecil berwarna kuning kehijau hijauan) yang dimulai pada tahun 1846 dan menjadi pekerjan Edward selama satu dekade. Ia mengisolasi prekursor warna rubian, yang belakangan dikenal sebagai asam rubieritrat, dan mempelajari komponen warna alizarin dan purpurin dan senyawa lainnya yang masih belum dikenali dengan baik. Hal ini mengarah pada penggunaan spektroskopi absorpsi visual sebagai alat analisis.
Sekitar tahun 1855, Edward kembali memusatkan perhatiannya ke indigo, meneliti prekursor warna yang terkandung dalam woad (tanaman bunga dengan nama Isatis tinctoria), yang ia isolasi dengan susah payah, yang menghasilkan senyawa bernama isatan A yang tidak stabil yang disebutnya sebagai indican. Ketidakstabilan ini mengarahkan penelitian untuknya mengembangkan evaporator lapis tipis yang pertama. Ia sangat tertarik dengan produksi indigo dan indirubin dari air seni.
Pada tahun 1879 ia menyelidiki warna ungu pada kerang spesies Nucella lapillus yang ditemukannya di Hastings dan spesies Purpura pansa dari Nikaragua , dan menunjukkan bahwa pigmen warnanya menyerupai indigo tapi tidak identik.
Baru tiga puluh tahun kemudian ditunjukkan bagaimana molekul tersebut ternyata mengandung brom yaitu 6,6′-dibromoindigo.
Pada tahun 1883 ia memulai penelitian panjangnya pada klorofil dan setelah bertahun-tahun baru bisa menunjukkan bahwa secara struktur, klorofil menyerupai hemogloin.
Edward Schunck meninggal di rumahnya “The Oaklands” di Kersal pada tanggal 13 Januari 1903 dan dikubur di gereja setempat St. Pauls. Bagian di halaman gereja ini telah ditumbuhi rumput dengan ceat dan dengan adanya pengurangan atau vandalisme, batu pusaranya telah rusak karena ukirannya yang sudah tidak dapat dibaca lagi.

Sir Robert Robinson, Pemenang Hadiah Nobel Kimia tahun 1947


Sir Robert Robinson dilahirkan di Rufford dekat Chesterfield, Derbyshire pada tanggal 13 September 1886, anak laki-laki dari William Bradbury Robinson, pembuat pakaian bedah yang menemukan mesinnya sendiri untuk menghasilkan kain tiras dan pembalut dan lain-lain, dan kardus kertas karton untuk mengemas produk tersebut. Ia dididik di Chesterfield Grammar School, Fulneck School, dekat Leeds dan di Universitas Manchester di mana ia lulus B.Sc. pada tahun 1906 dan gelar D.Sc. pada tahun 1910.
Pada tahun 1912, ia ditunjuk sebagai profesor pertama Kimia Organik Murni dan Terapan di Universitas Sydney. Ia kembali ke Inggris pada tahun 1915 untuk emngambil jabatan ketua Kimia organik di universitas Liverpool hingga tahun 1920 ketika dia menerima perjanjian sebagai Direktur Penelitian di British Dyestuffs Corporation. Setahun kemudian ia menjadi Profesor kimia di St. Andrews dan pada tahun 1922 ia menjabat sebagai Kepala Kimia Organik di Universitas Manchester hingga tahun 1928 ketika dia menerima jabatan yang saama di Universitas London. Pada tahun 1930, ia ditunjuk sebagai Profesor Kimia Waynflete, Universitas Oxford, di mana ia menetap hingga pensiun tahun 1955 ketika ia ditunjuk sebagai Profesor Emeritus dan Penerima Beasiswa Kehormatan Kampus Magdalen. Ia adalah Direktur Perusahaan Kimia Shell dan menjadi konsultan kimia sejak tahun 1955.
Sir Robert adalah anggota dari tiga puluh Komite Pemerintah dan beberapa darinya dijabat sebagai ketua. Ia adalah utusan Inggris untuk menghadiri Konferensi UNESCO yang pertama pada tahun 1947. Ia mendapat gelar kehormatan pada tahun 1939 dan ditunjuk sebagai penerima Medali Jasa pada tahun 1949.
Penelitian ekstensif Robert dalam kimia organik telah berurusan tidak hanya dengan struktur dan sintesis senyawa kimia organik, tapi juga dengan mekansime elektrokimia pada reaksi organik. Ketertarikannya pada penyusunan kimia pewarna tanaman (antosianin) juga diperluas dengan grup sayuran lainnya , senyawa alkaloid, di mana dilakukan serangkain penelitian yang luar biasa untuk sintesisnya. Kontribusinya sangat besar pada pendefinisian penyusunan atom dalam molekul morfin, papaverin, narkotin dan lain-lain. Penemuan-penemuan ini mengarah pada produksi beberapa bahan obat antimalaria tertentu (mereka dilaporkan dalam sejumlah paper ilmiah, terutama di Jurnal Chemical Society).
Sir Robert adalah penerima beasiswa dari Institut Kimia Kerajaan dan di Royal Society adalah ketua Himpunan Kimia , pada periode 1939-1941, di Rotyal Society pada periode 1945-1950, Asosiasi Inggris untuk Pengembangan Sains pada tahun 1955, dan Himpunan Industri Kimia pada tahun 1958. Ia adalah Komanadan de la Légion d’Honneur dan memegang gelar doktor kehormatan lebih dari 20 universitas Inggris dan luar negeri. Ia dianugerahi Mdali Longstaff, faraday, dan Flintoff oleh Himpunan Kimia, Medali Davy, Royal dan Copley dari Royal Society dan himpunan Kimia Swiss, Amerika, Perancis dan Jerman; ia telah mendapat penghargaan Medali Franklin dari Institut Franklin di Philadelphia, medali Emas Albert dari Himpunan Seni Kerajaan dan Medalli Kebebasan dari pemerintah Amerika Serikat. Sir Robert adalah Anggota korespondensi, Penerima Beasiswa Kehormatan, Rekana Korespondensi di lebih dari 50 organisasi terpelajar Inggris dan luar negeri.
Pada tahun 1962, Chemical Society menganugerahi Sir Robert dengan mendirikan Beasiswa Pengajar Robert Robinson, untuk diberikan per dua tahun.
Pada tahun 1912, Sir Robert menikahi Gertrude Maud Walsh, murid penerima beasiswa di Universitas Manchester. Mereka berkolaborasi dalam beberapa bidang penelitian ilmu kimia, khususnya pada pengamatan antosianin. Istrinya wafat pada tahun 1954; mereka memiliki satu anak laki-laki dan satu anak perempuan. Pada tahun 1957, ia menikah dengan Stearn Sylvia Hillstrom (nѐe Hershey) di New York.
Pada usia muda, Sir Robert adalah pecinta gunung, telah memanjat di pegunungan Alpen, Pyrenees, Norwegia, dan Selandia Baru dan ia adalah pemain catur yang rajin dan pernah menjadi Ketua Federasi Catur Inggris pada periode 1950-1953. Hobinya termasuk forografi dan musik.
Ia wafat pada tanggal 8 Februari 1975.

Carl Wilhelm Scheele, Seorang Apoteker Magang


carl-wilhelm-scheele
Carl Scheele dilahirkan pada tanggal 9 Desember 1742, satu dari tujuh bersaudara. Ia menerima sedikit  pendidikan formal dan tidak ada pelatihan apapun dalam sains. Di usia 14 tahun, Scheele menjadi apoteker magang di perusahaan Martin Anders Bauch di Gothenburg. Suplai bahan kimia yang ada di farmasi disediakan oleh Scheele dengan memulai berbagai penelitian dan penemuan. Ia juga mebuat sejumlah buku ilmiah yang sangat berguna saat ini. Pada tahun 1765, Bauch menjual bisnisnya, dan Scheele mengambil jabatan dengan Kjellstrøm di Malmö di mana ia kembali diizinkan bereksperimen. Pada tahun 1768, Sheele pindah ke Stockholm dan kembali bekerja di dunia farmasi. Di sini ia dan Anders Johan Retzius mengisolasi asam tartarat dari krim tartar. Hasilnya dipublikasikan pada tahun 1770.
Udara Api (Oksigen). Pada tahun 1775 Scheele pindah ke Uppsala di mana ia menjadi asisten di Laboratorium Lokk. Di sinilah Scheele menemukan Udara Api (oksigen) pada suatu masa sebelum tahun 1773. Ia menghasilkan udara api dengan beberapa cara. Pada metode yang pertama, ia mereaksikan (menggunakan penamaan modern) asam nitrat dengan garam abu  (KOH dan/atau K2CO3) yang membentuk KNO3). Menyuling residu yang didapat dengan asam sulfat yang menghasilkan NO2 dan O2. Pembentuknya diserap dengan Ca(OH)2 jenuh, meninggalkan oksigen (udara api). Ia juga memperoleh udara api dari pembakaran kuat HgO dan MnO2 dan dengan memanaskan perak karbonat atau raksa karbonat dan menyerap CO2 dengan alkali (KOH):
AgCO3(s) ->  Ag(s) + CO2(g) + O2(g)
Dikenali di Swedia. Pada tanggal 4 Februari 1775, Carl Scheele dipilih sebagai penerima beasiswa ke Akademi Sains Kerajaan. Penghormatan yang luar biasa ini (dengan dihadiri Raja Swedia) yang belum pernah diberikan (dan tidak pernah lagi) kepada murid farmasi.
Köping. Pada tahun 1775, Carl Scheele pindah ke Köping, Swedia di mana ia menerima jabatan sebagai pengawas farmasi. Sejak itu,  Scheele telah menerima berbagai tawaran untuk jabatan yang lebih baik di sekitar Swedia. Kota Köping pun tidak mau kehilangan warganya yang terkenal jadi mereka memberikannya industri farmasi sendiri, yang sebelumnya dimiliki oleh seorang apoteker bernama pohls yang telah wafat. Janda Pohls menetap di Köping untuk melengkapi kebutuhan Scheele. Sangat dipercaya bahwa Scheele tidak pernah bepergian dari Köping, tapi lebih senga mengejar karir ilmiahnya.
Permasalahan Komunikasi. Pada Abad ke 18 di Eropa, seni menyebarkan hasil kerja seseorangsangatlah primitif dibandingkan dengan sekarang. Seringkali ahli sains menggunakan surat pribadi yang menggambarkan hasil pekerjaannya dengan rekan sebaya di bidang yang sama. Scheele terisolasi dari literatur ilmiah meski ia berkomunikasi dengan Lavoisier yang mengirimkannya salinan dari bukunya. Menulis buku adalah cara yang terbaik untuk menyebarkan hasil, bagaimanapun, membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengumpulkan hasil yang cukup untuk menulis sebuah buku dan membutuhkan waktu lebih lama lagi untuk mempublikasikannya. Itulah tragedi yang dialami Carl Scheele yang menemukan oksigen (udara api) dua tahun sebelum Priestley. Buku yang ditulis Scheele, Chemical Treatise on Air and Fire (Risalah Kimia pada Udara dan Api), belum dipublikasikan hingga tahun 1777, di mana pada ahli sains Eropa telah mengetahui penemuan Priestley untuk gas yang sama (udara deflogiston) pada tahun 1774. Ketika ia wafat, sangat sedikit yang diketahui tentang hidup Scheele, kemiskinan yang ia alami,udara dingin ketika ia bekerja, pergulatannya dengan penyakit dan kematiannya yang begitu cepat. Satu abad setelah kematiannya sebelum dua orang ahli, yang bekerja dengan catatan Scheele, paper dan surat-suratnya ditahan oleh Akademi Sains Kerajaan Swedia, dipublikasikan pada tahun 1892 sebagai Kontribusi Ilmiah yang Penting dari Carl Scheele.2.
Sebuah ‘kantong udara’ digunakan oleh Scheele
Sianida dan Janji pernikahan. Di Köping, Scheele membuat senyawa sianida, termasuk gas hidrogen sianida, bahkan menggambarkan rasanya!Ia juga mempelajari berbagai senyawa arsen. Tanpa ventilasi yang layak, Scheele sering terpapar dengan racun yang mematikan. Diduga paparan inilah yang merusak kesehatan Scheele secara serius dan memperpendek usianya. Scheele sadar dengan kesehatannya yang buruk dan ia menyebutnya sebagai “permasalahan semua apoteker”. Carl Scheele wafat di usia 43 pada tanggal 26 Mei 1786. Dua hari sebelum kematiannya, ia menikah dengan janda Pohls, sehingga janda ini mewarisi semua farmasi dan kepemilikannya.
Akhir yang Abadi
Tidak ada ahli kimia yang menemukan beberapa senyawa yang lebih sederhana daripada Scheele. Ia dipuji dengan:
-          Penemuan Oksigen, klor (yang ia sebut sebagai asam laut deflogiston), asam fluorida, silikon fluorida, asam sulfida, asam sianida.
-          Mengisolasi dan mngkarakterisasi gliserol, asam tartarat, asam sitrat, asam laktat, asam urat, asam benzoat, asam gallat, asam oksalat, laktosa, asam Prussia, asam arsenat, asam molibdat, asam tungstat, tembaga arsenit (yag dikenal sebagai hijau Scheele) untuk pertama kalinya.
-          Melaporkan pertama kali sifat cahaya pada garam perak (yang menjadi dasar fotografi modern)

Jacobus H. van ‘t Hoff, Penerima Hadiah Nobel Kimia tahun 1901


Jacobus H. van 't Hoff
Jacobus Henricus van’t Hoff dilahirkan di Rotterdam, Belanda pada tanggal 30 Agustus 1852. Ia adalah anak ketiga dari tujuh bersaudara, dari pasangan Jacobus Henricus van’t Hoff, seorang dokter dan Alida Jacoba Kolff.
Pada tahun 1869, ia mendaftar ke Sekolah Politeknik di Delft dan mendapatkan gelar diploma tekhnologi pada tahun 1871. Keputusannya untuk mengejar karir di bidang ilmiah, bagaimanapun, datang tak lama setelah melakukan studi tur ke pabrik gula ketika dia mengantisipasi kemungkinan profesi ahli tekhnologi yang suram. Setelah menghabiskan setahun di Leiden, khususnya di bidang matematika, ia pergi ke Bonn untuk bekerja dengan A.F. Kekulѐ dari musim gugur tahun 1872 hingga musim semi tahun 1873; periode ini diikuti dengan bidang yang lain di Paris dengan bimbingan A. Wurtz, ketika ia mengikuti sejumlah besar kurikulum tahun 1873-1874. Ia kembali ke Belanda pada tahun 1874 dan mendapatkan gelar doktornya pada tahun yang sama di bawah bimbingan E. Mulder di Utrecht.
Pada tahun 1876 ia menjadi pengajar di Kampus Veteriner di Utrechtm lalu meninggalkan jabatan ini untuk posisi yang sama di Universitas Amsterdam pada tahun berikutnya. Pada tahun 1878 datang sebuah tawaran sebagai Profesor Ilmu Kimia, Mineralogi dan Geologi di Universitas yang sama. Setelah bekerja selama 18 tahun, ia menerima undangan ke Berlin sebagai Profesor Kehormatan, terkait dengan keanggotaan di Akademi Sains Kerajaan Prussia. Alasan utama perubahan ini adalah karena fakta bahwa ia mendapat terlalu banyak beban kewajiban untuk memberikan kuliah dasar dan menguji sejumlah besar mahasiswa, termasuk mereka yang belajar teori dasar kedokteran, sehingga memiliki hanya sedikit waktu untuk melakukan penelitiannya sendiri. Ia rajin menganjurkan untuk membuat sebuah kelas khusus untuk para peneliti ilmiah. Pada jabatannya yang baru inilah ia menghabiskan masa karirnya.
Van’t Hoff mendapatkan ketenaran selama masa publikasi paper yang ditulisnya. Tesis doktornya pada tahun 1874 berjudul Bijdrage tot de Kennis van Cyaanazijnzuren en Malonzuur (Kontribusi Pengetahuan Tentang Asam Sianoasetat dan Asam Malonat). Dengan bobot bahasan yang lebih berat dan telah dipublikasikan beberapa bulan sebelumnya yakni: Voorstel tot Uitbreiding der Tegenwoordige in de Scheikunde gebruikte Structuurformules in de Ruimte dan lain-lain (Proposal Pengembangan Formula Struktur Kimia Tiga Dimensi). Pamflet kecil yang terdiri dari teks sebanyak 12 halaman dan satu halaman diagram ini, memberikan dorongan pada pengembangan stereokimia. Konsep “atom karbon asimetris”, berkaitan erat dengan publikasinya, menjelaskan adanya ketersediaan sejumlah isomer, yang tidak dapat dijelaskan dengan peralatan formula struktur saat itu. Pada waktu yang sama, ia menunjukkan adanya hubungan antara aktivitas optis dan keberadaan atom karbon asimetris.
Ide revolusionernya, bagaimanapun, baru bisa diterima setelah dipublikasikan pada tahun 1875, dengan judul Chimie dans l’Espace;khususnya ketika dua tahun kemudian diterjemahkan dalam bahasa Jerman, dengan pendahuluan oleh J. Wislicenus (Terjemahan Bahasa Inggris: Chemistry in Space belum muncul hingga tahun 1891). Pada tulisannya yang berjudul Dix Années dans l’Histoire d’une Théorie (Sepuluh Tahun Sejarah Sebuah Teori), ia berkonsentrasi pada kenyataan bahwa J.A. Le Bel telah muncul dengan ide yang sama, dengan bentuk yang lebih abstrak.
Pada tahun 1884, bukunya yang berjudul Études de Dynamique chimique (Studi Kimia Dinamik) terbit, yang mana untuk pertama kalinya ia memasuki bidang kimia fisika. Pengembangan van’t hoff yang sangat penting adalah pada hubungan termodinamika umum antara konversi panas dan penggantian kesetimbangan sebagai pengaruh dari temperatur. Pada volume yang konstan, kesetimbangan dalam sistem akan cenderung bergeser ke arah perubahan suhu sebaliknya yang akan menganggu kesetimbangan sistem. Jadi, menurunkan suhu akan menghasilkan peningkatan panas sedangkan meningkatkan suhu akan menyebabkan penyerapan panas. Prinsip kesetimbangan dinamis ini sesudah itu dibahas secara umum pada tahun 1885 oleh Le Chatelier, yang memperluas prinsip termasuk adanya perubahan volume, untuk perubahan tekanan yang berlawanan- yang sekarang dikenal sebagai prinsip van’t Hoff-Le Chatelier.
Pada tahun berikutnya, pada tahun 1885, diterbitkan L’Équilibre chimique dans les Systèmes gazeux ou dissous à I’État dilué (Kesetimbangan Kimia dalam Sistem Gas atau Larutan Sangat Encer), yang berkaitan dengan teori larutan encer. Di sini van’t Hoff menunjukkan bahwa tekanan osmotik dalam larutan yang cukup encer adalah sebanding dengan konsentrasi dan pada suhu absolut tekanan ini bisa dihitung dengan formula yang mana deviasi berasal dari formula untuk tekanan gas dengan adanya koefisien i. Ia juga menetapkan nilai koefisien i dengan beragam metode, sebagai contoh dengan peralanan tekanan ua dan hasil Raoult ketika menurunkan titik beku. Jadi van’t Hoff telah mampu membuktikan bahwa hukum termodinamika tidak hnya berlaku untuk gas, tapi juga untuk larutan encer. Hukum tekanannya, memberikan pemberlakuan umum teori disosiasi elektrolitik Arrhenius (1884-1887)- orang asing pertama yang datang untuk bekrja dengannya di Amsterdam (1888)- dianggap sebagai hukum yang pling penting dan komprehensif pada bidang ilmu alam.
Selama van’t Hoff berada di Berlin dari tahun 1896 hingga 1905, secara terus menerus terikat dengan permasalahan sumber deposit di laut, dengan acuan yang terbentuk di Stassfurt. Pada penelitiannya yang ekstensif ini, ia dibantu oleh W. Meyerhoffer yang sebelumnya telah bekerja dengannya di Amsterdam selama beberapa tahun. Ia mungkin orang pertama yang menerapkan hasil skala kecil yang diperoleh di laboratorium, untuk diterapkan pada fenomena skala besar di alam. Hasil penyelidikan yang ambisius ini, kebanyakan dipublikasikan dalam Laporan Akademi Sains Prussia, yang kemudian diringkas olehnya dalam dua jilid Zur Bildungozeanischer Salzablagrungen, pada tahun 1905-1909.
Van’t Hoff benar-benar menerapkan kekuatan imajinasinya dalam penelitian ilmiahnya, sebagaimana yang ditampilkan dalam acara pengukuhan pemberian beasiswa profesor di Amsterdam: Verbeeldingskracht in de Wetenschap(kekuatan Imajinasi dalam Sains), yang mana setelah studi biografi yang rumit, ia sampai pada kesimpulan bahwa ahli sains yang paling menonjol, memiliki kualitas ini dalam skala tinggi. Wilhelm Ostwald, yang bekerja bersamanya mendirikan Zeitschrift für physikalische Chemie in Leipzig, dan ia bisa dikatakan sebagai pendiri kimia fisika.
Penghargaan yang paling menonjol yang didapatkannya adalah hadiah Nobel Kimia (1901) sebagai titik puncak karirnya. Pada tahun 1885, ia ditunjuk sebagai anggota Akademi Sains Kerajaan Belanda, setelah nominasinya tertunda pada tahun 1880 karena kekurangan suara dalam voting-sebuah bukti bahwa ide-idenya hanya sedikit diterima oleh negaranya sendiri. Di antara penghargaan yang terkemuka lainnya adalah gelar doktor kehormatan dari Harvard dan Yale(1901), Universitas Victoria(1903), Heidelberg (1908); Medali Davy dari Royal Society (1893, Medali Helmholtz dari Akademi Sains Prussia (1911); ia juga ditunjuk Chevalier de la Legion d’Honneur (1894), Senator der Kaiser-Wilhelm-Gesellschaft (1911). Ia juga menjadi anggota kehormatan Himpunan Kimiadi London (1898), Akademi Sains Kerajaan di Gottingen (1892), Himpunan Kimia Amerika (1898), Académie des Sciences di Paris (1905).
Van’t Hoff adalah seorang pecinta alam; sebagai seorang mahasiswa di Leyden, ia sering mengambil bagian dari darmawisata tumbuhan, dan belakangan di Bonn, ia benar-benar menikmati daerah sekitar pegunungan, sering berjalan jarak jauh sendirian maupun ditemani. Penggambarannya yang cukup detil tentang perjalanannya ke Amerika Serikat, berasal dari undangan untuk mengajar di Universitas Harvard, menunjukkan besarnya hobi bepergiannya. Kemauannya untuk menerima filosofi dan kesukaannya pada puisi tampak jelas pada masa awal sekolah – dengan Lord Byron sebagai idolanya.
Pada tahun 1878, ia menikah dengan Johanna Francina Mees. Mereka memiliki dua anak perempuan, Johanna Francina (lahir tahun 1880) dan Aleida Jacoba (lahir tahun 1882) dan dua anak laki-laki, Jacobus Hendricus (lahir tahun 1883) dan Govert Jacob (lahir tahun 1889)
Van’t Hoff meninggal pada tanggal 1 Maret 1911 di Steglit dekat Berlin.

Johann Wilhelm Ritter, penemu sel baterai kering


Johann-Wilhelm-Ritter
Lahir : 16 Desember 1776 di Samitz bei Haynau, Silesia.
Wafat : 23 Januari 1810 di Munich, Jerman
Johann Wilhelm Ritter menemukan ujung spektrum ultraviolet, membuat sel baterai kering pertama pada tahun 1802 dan baterai penyimpanan pada tahun 1803. Kontribusinya yang sangat penting adalah elektrokimia yang dikembangkan pada tahun 1798. Ritter adalah orang pertama yang membuat hubungan yang jelas antara galvanisme dan reaktivitas kimia. Ia adalah penemu tekhnik elektroplating yang terkenal. Sebagai tambahan, ia juga menjadi terkenal karena menjadi pionir dalam elektrokimia.
Johann Wilhelm Ritter dilahirkan di Samitz, Silesia (kemudian Jerman, sekarang Chojnow, Polandia) pada tanggal 16 Desember 1776. Ia memulai karirnya sebagai ahli farmasi di Liegnitz, Silesia, di mana ia bekerja dari tahun 1791 hingga 1795. Bekerja magang sebagai apoteker di Liegnitz di usia 14 tahun, Ritter mengembangkan ketertarikan dalam bidang kimia melebihi bidang ilmiah lainnya. Ketika mewarisi sejumlah uang lima tahun kemudian, ia mampu meninggalkan pekerjaannya dan mendaftar di Universitas Jenna. Pada tahun 1796, iapergi ke Universitas Jenna untuk mengejar ketertarikannya dalam bidang ilmiah. Di ana ia mempelajari kedokteran, menetap sebagai pengajar setelah lulus, hingga mendapat gelar Duke Saxe-Gotha pada tahun 1802. Ketika menjadi profesor di Universitas Jena (1803-1804) ia adalah seorang ahlil sains yang agresif. Ia terlibat dengan filosofi kimia karena kebanggaan Jerman. Ia sangat mendukung teori flogiston yang dicetuskn Becher dan Stahl (juga didukung oleh Priestley dari Inggris) yang membawanya ke dalam perdebatan filosofi Lavoisier yang mengurangi ilmu kimia ke dalam sesuatu yang bisa diukur.
Ritter mengabdikan seluruh usahanya untuk mempelajari listrik dan elektrokimia. Pada tahun 1800, hanya dalam hitungan bulan setelah ahli kimia Inggris William Nicholson berhasil dalam menguraikan air menjadi hidrogen dan oksigen dengan elektrolisis, Ritter mengulangi percobaan tapi mengubah elektroda sehingga ia bisa mengumpulkan dua gas secara terpisah, sehingga memperbaiki percobaan Carlisle dan Nicholson. Pertanyaan yang membingungkan antara para ahli pada saat itu adalah bagaimana rangkaian kesatuan ini bisa diukur dapat membuat rangkaian lain yang bisa diukur dengan pergerakan yang mudah antara rangkaian. Yakni, bagaimana oksigen dan hidrogen bergerak melewati air dan tampak di elektroda yang lain? Ritter menjawab pertanyaan membingungkan ini dengan menyatakan bahwa air diubah menjadi hidrogen pada elektroda negatif, sedangkan air menjadi oksigen pada elektroda positif dengan adanya listrik. Alasannya yang lebih jauh adalah karena air tidak terurai dengan listrik, tapi tergalvanisasi menjadi hidrogen dan oksigen yang merupakan senyawa penyusun air, dan listrik positif dan negatif. Para ahli sejarah telah mencoba untuk menetapkan tanpa adanya keberhasilan mengapa Ritter membuat pernyataan sederhana ini yang melibatkan air dan listrik ketika data dari percobaannya sendiri tidak pernah dibenarkan oleh mereka. Pernyataan ini juga dibuat ketika kolega ilmiahnya melawan ide tersebut yang telah ia kembangkan.
Tak lama setelah itu, ia menemukan proses elektroplating. Pada tahun 1800, Ritter mengamati bahwa ia bisa mendapatkan logam yang menempel di tembaga yang merupakan usaha elektroplating yang pertama. Ia juga mengamati bahwa sejumlah logam terdeposit dan sejumlah oksigen dihasilkan selama proses elektrolisis yang tergantung pada jarak antara elektroda. Ia belajar bahwa semakin dekat jarak antar elektroda, semakin besar efeknya. Konsep dasar elektrolisis dan elektroplating ini ditemukan oleh Ritter dan pada saat yang sama, bahkan pada beberapa hal, jauh lebih awal sebelum percobaan Carlisle dan Nicholson, Cruickanks atau Davy. Pada tahun 1801, ia mengamati arus termoelektrik dan mengantisipasi penemuan termoelektrik oleh Thomas Johann Seebeck.
Dengan dorongan dari Alexander von Hunboldt, ia memulai percobaan galvanisme. Ia telah dipuji untuk listrik yang terkait dengan galvanisme, dan ia mendukungnya dengan data dari percobaannya. Johann Wilhelm Ritter yang mendukung Galvani percaya bahwa fenomena listrik galvanik dapat terjadi pada tubuh hewan adalah dirinya sendiri dan beberapa pionir galvanisme di Jerman. Ketika arus galvanik diperdebatkan dan dipertanyakan sebagai fenomena listrik, Ritter membuktikannya secara eksperimen. Ia belajar bahwa ia menempelkan selempeng emas pada masing-masing ujung dua kawat yang terhubung lapisan Voltaik, daun-daun akan saling tarik menarik ketika saling didekatkan. Ketika daun-daun saling menempel, sirkuit listrik akan tertutup.
Pada tahun 1801, ketika menggunakan rangkaian yang terdiri dari 100 sel, Ritter memperhatikan bahwa otot merespon secara berbeda bila ia mengubah kecepatan amplitude stimulus. Ketika ia meningkatkan arus perlahan-lahan, tidak ada kontraksi yang terjadi, tapi bila ia meningkatkan mplitude stimulus dengan cepat, otot pun berkontraksi. Lantas ia menyimpulkan bahwa amplitudo stimulus harus bertambah dengan cepat untuk mengkontraksikan otot. Metode peningkatan atau engurangan muatan listrik pada saat itu adalah juga untuk menambah atau mengurangi lapisan logam pada rangkaian. Pekerjaan Ritter untuk menyiapkan rangkaian untuk Georg Ohm selanjutnya mengukuhkan hubungan antara arus, kekuatan elektromotor dan hambatan. Dalam satu percobaannya, Ritter melewatkan arus pada rangkaian dengan menggunakan tangannya, dan mengamati perilaku arus tersebut. Ketika arus bertambah dengan cepat dalam amplitudo, tangannya menahan kutub negatif yang sedikit menjadi keras sementara tangan yang lain tidak mengeras. Pengamatan respon fisiologi ni tidak diperhatikan oleh koleganya yang menjaga bahwa arus dari sel galvanik hanya membantu nutrisi. Tidak hanya Pfluger yang mengumumkan pada tahun 1859 bahwa jaringan di bawah kutub negatif baterai galvanik terinduksi meningkatkan eksitabilitas (katelektrotonus), dan jaringan di bawah kutub positif dengan eksitabilitas berkurang (anelektrotonus) adalah pengamatan Ritter pada polaritas galvanik negatif yang telah dijelaskan.
Ritter sangat dikenal atas penemuannya untuk spektrum ultraviolet pada tahun 1801. Saat itu di mana seorang ahli astrofisika Sir Herschel menemukan radiasi yang melebihi range spktrum merah, sinar infra merah. Sangat kuat dipengaruhi oleh pandangan filosofi Romantisisme dan Filosofi alam, ia percaya pada prinsip polaritas di alam dan setelah penemuan Herschel akan radiasi inframerah, ia berhipotesis adanya kemungkinan polaritas dalam spektrum dan berhasil melihat radiasi tak tampak yang melebihi violet. Pada tahun 1801, ia melakukan percobaan dengan perak klorida (AgCl). Senyawa kimia ini terurai dengan cahaya, membebaskan perak yang menghasilkan zat tak berwarna yang berubah menjadi hitam. Reaksi ini adalah dasar fotografi pradigital. Dalam ilmu kimia saat itu, terdapat rumor bahwa cahaya biru lebih efisien dalam menginisisasi perubahan kimia daripada cahaya merah. Ritter mencoba untuk mengukur kecepatan di mana perak klorida terpecah dengan warna yang berbeda. Ia membuktikan bahwa cahaya biru meman lebih efisien daripada cahaya merah. Ia terpesona, bagaimanapun, reaksi yang penuh semangat itu terjadi di daerah sekitar violet di mana tidak terlihat apapun. Radiasi baru ini secara orisinal disebut Sinar Kimia tapi sekarang disebut ultra violet (melebihi violet). Penerimaan penemuan ini dhalangi oleh gaya Ritter yang sulit dipahami dan kecenderungannya untuk mencampurkan spekulasi dengan pengmatan ilmiah. Penemuannya atas radiasi ultraviolet secara independen juga penemuan Wolaston, juga pada tahun 1802. Ritter juga membuat kontribusi pada spektroskopi.
Ritter ditunjuk ke Pengadilan Gotha pada tahun 1801, dan pada tahun 1802 ia meninggalkan Universitas Jena ke Universitas Gotha (sejauh 40 mil). Sambil memberikan kuliah privat, ia melanjutkan penelitiannya dalam galvanisme yang didukung oleh Duke Ernst von Schsen Gotha. Penelitian utamanya selesai dalam elektrokimia dan elektrofisiologi pada tahuntahun 1803 dan 1804 di Gotha. Ia mengajukan teori elektrokimia dan mendemonstrasikan gerakan tarik-menarik dan tolak-menolak muatan listrik. Ia mampu mengisolasi unsur kalium.
Pada tahun 1802, ia mengembangkan baterai sel kering dari usahanya dengan sel elektrolisis. Ia menemukan bahwa kombinasi yang baru ini bekerja seperti rangkaian Volta untuk mengisi wadah Leyden, dan melanjutkan fungsi yang sama dengan baik selama enam tahun. Rangkaian Volta bekerja hanya selama 15 hingga 20 menit sebelum kehabisan tenaga. Ritter lagi-lagi tidak mempublikasikan penelitian pada ranngkaian kering ini karena ia menyatakan bahwa dua bulan penelitiannya mebutuhkan dua tahun penulisan hasilnya.
Ia meneliti rangkaian kering karena rangkaian Volta menguap setelah beberapa hari sebagaimana dilanjutkan untuk menunjukkan aktivitas pada elektroskop. Rangkaian kering tidak membutuhkan banyak kelembaban. Rangkaian keringnya disebut juga rangkaian pengisi muatan, dan terdiri dari satu logam dengan lempengan yang terpisah oleh kesatuan kain flannel atau kertas karton yang cukup lembab dengan cairan yang tidak bereaksi kimia dengan logam, yang melingkar. Ketika ujung rangkaian terhubung dengan kutub rangkaian Volta, rnagkaian ini mengambil muatan dan ketika mengisi muatannya, dapat diganti dengan rangkaian Volta tanpa terhubung dengan sumber energi. Rangkaian pengisi muatan Ritter dapat tetap bermuatan selama lima menit tanpa menimbulkan kilat, setrum, dan menguraikan air. Ia lalu memodifikasi dan memperbaiki rangkaian pengisi muatannya. Pada satu kesempatan, ia mengatur 32 tembaga dan lembar kertas karton dalam tiga rangkaian. Dua dari rangkaian tersebut mengandung 16 lempeng tembaga dengan rangkaian antara terdiri dari 32 lembar kertas karton. Ia pun membangun rangkaian pengisi muatan sehingga lempengan bisa diubah, menggunakan 31 lempeng tembaga dan sesekali ia menggunakan 64 hingga 128 lempeng tembaga dengan kertas karton yang sama. Ia lalu mengunakan rangkaian barunya untuk mengamati penguraian air, dan efek fisiologisnya, setrumnya dan tegangan listriknya.Hasil percobaan dan rangkaian pengisian muatan yang dimodifikasi dipublikasikan. Rangkaian tersebut dikenal sebagai rangkaian Ritter setelah ia wafat. Rngkaian terbesarnya terdiri dari 2000 lempeng. Penemuan ulang rangkaian kering yang berhasil oleh yang lain menghasilkan sebuah sel yang berfungsi seperti halnya rangkaian Ritter.
Pada tahun 1805, Ritter pindah ke Munich untuk mengambil jabatan di Akademi Sains Jerman, dan publikasinya mengenai listrik, sebagian di atas pada tahun 1796, memenangkan beasiswa di Akademi Sains Munich pada tahun yang sama. Di Munich ia terlibat dengan percobaan dengan pembagian batang dan pendulum, yang ia lawan, memiliki listrik dari polaritas listrik tersembunyi . Ritter mengklaim bahwa ia telah menemukan bentuk lain dari polaritas listrik bumi yang disebabkan oleh adanya polaritas magnet. Ia menjaga efek penemuan terbarunya dapat didemonstrasikan dengan menahan jarum emas dengan posisi tertentu.
Paper ilmiahnya dipublikasikan selama penelitiannya di Universitas Liegnitz, dan Jena dan Akademi Sains Jerman di Munich. Pada tahun 1798, ia mempublikasikan Beweiss, Dass Ein Bestandiger Galvanismus den Lebensprozess im Tierreich Begleitet. Ia mempublikasikan Beitrage zur Naheren Kenntnis des Galvanismus, Das Electrische Septem des Korpers pada tahun 1805, dan Physikalisch-Chemische…, sebanyak 3 volumes, pada tahun 1806. Di usia 20 tahun, ia bekerja sebagai peninjau publikasi Alexander von Humboldt, dan di usia 23 tahun ia mempublikasikan bukunya sendiri tentang galvanisme, dan ia mendukung Goethe dalam mendirikan laboratorium sains.
Oersted berusaha mengulangi percobaan Ritter, tapi tidak pernah berhasil. Penelitian Ritter di akhir tahun 1805 dipertanyakan oleh para ahli kimia, dan selama bagian terakhir dari hidupnya, ia meraih reputasi yang tidak dapat diandalkan. Usahanya untuk memasuki sains gaib mempengaruhi pekerjaannya yang terakhir, dan percobaan semacam itu telah menghancurkan reputasi ilmiah Ritter sebagai ahli sains yang kompetitif. Karena percobaan-percobaan ini dan klaim yang belum pernah dibuktikan, maka para ahli sejarah pun telah mengabaikan penelitian Ritter antara tahun 1806 dan 1810. Meski kritik terus menghunjam, ia tetap melanjutkan eksperimennya, tetapi karir ilmiahnya telah berakhir. Bahkan ketika di puncak karir, penelitian ilmiah Ritter tidak jelas karena kesulitan yang ditemui oleh para ahli sains lannya dalam membaca dan menginterpretasikan penemuannya. Percobaannya dianggap tidak praktis dan ditulis dengan gaya yang diputarbalik yang membuat pembacaan dan pemahaman sulit untuk beberapa kasus.
Penyakit dan masalah keuangan mulai datang dalam hidupnya. Kematiannya yang cepat di Munich pada tanggal 23 Januari 1810, di usia 34 tahun disebabkan oleh kerja terus menerus, kesedihan dan kesulitan hidup.

Ernest Rutherford, Pemenang Hadiah Nobel Kimia 1908


Ernest-RutherfordErnest Rutherford dilahirkan pada tanggal 30 Agustus 1871 di Nelson, Selandia Baru, anak keempat dan anak laki-laki kedua dalm keluarga yang berisi tujuh anak laki-laki dan lima anak perempuan. Ayahnya James Rutherford, seorang tukang roda Skotlandia, beremigrasi ke Selandia Baru dengan kakek Ernest dan seluruh keluarganya pada tahun 1842. Ibunya, nѐe Martha Thompson, adalah seorang guru Bahasa Inggris, yang dengan ibunya yang sudah janda, juga menetap di Selandia Baru pada tahun 1855.
Ernest menerima pendidikan dasarnya di Sekolah Pemerintah dan pada usia 16 tahun masuk ke Perguruan Tinggi Nelson. Pada tahun 1889, ia mendapat beasiswa Universitas dan ia melanjutkan ke Universitas Selandia Baru, Wellington, di mana ia mandaftar di Kampus Canterbury. Ia lulus M.A (Master of Arts)pada tahun 1893 dari dua jurusan untuk pertama kalinya, yakni Matematika dan Sains Fisika dan ia melanjutkan dengan penelitian di Kampus untuk waktu yang singkat, menerima gelar B.Sc. pada tahun berikutnya. Pada tahun yang sama, 1894, ia mendapat beasiswa Pameran Sains tahun 1851, yang memungkinkannya untuk melanjutkan ke Kampus Trinity, Cambridge, sebagai mahasiswa peneliti di Laboratorium Cavendish di bawah bimbingan J.J. Thomson.
Pada tahun 1897, ia mendapat gelar penelitian B.A. dan Beasiswa Coutts-Trotter dari kampus Trinity. Sebuah kesempatan datang ketika posisi Ketua Departemen Fisika Macdonald di Universitas McGill, Montreal , menjadi kosong. Pada tahun 1898, Ernest pun pergi ke Kanada untuk mengambil jabatan. Rutherford kembali ke Inggris pada tahun 1907 untuk menjadi Profsor Fisika Langworthy di Universitas Manchester, menggantikan Sir Arthur Schuster, dan pada tahun 1919 ia menerima sebuah undangan untuk menggantikan Sir Joseph Thomson sebagai Profesor Fisik Cavendish di Cambridge. Ia juga menjadi Ketua Dewan Penasehat Pemerintah di Departemen Penelitian Imiah dan Industri; Profesor Filosofi Alam di Institusi Kerajaan, London; dan juga Direktur Laboratorium Mond Royal Society, di Cambridge.
Penelitian pertama Rutherford dilakukan di Selandia Baru, yakni mengenai sifat magnet besi yang terpapar dengan osilasi berfrekuensi tinggi, dan tesisnya berjudul Magnetization of Iron by High-Frequency Discharges (Magnetisasi Besi dengan Pelepasan Muatan Berfrekuensi Tinggi). Ia adalah orang pertama yang mendesain percobaan yang sangat orisinil denganarus bolakballik berfrekuensi tinggi. Paper keduanya yang berjudul Magnetic Viscosity (Viskositas Magnet) dipublikasikan di Transaction Institut Selandia Baru (1896) dan mengandung gambaran peralatan yang mampu mengukur interval waktu dengan ketelitian satu per seratus ribu dalam satu detik. Kedatangannya di Cambridge membuatnya bakatnya dikenali oleh Profesor Thomson.
Ketika teori pertamanya dicetuskan di Laboratorium Cavendish, ia menemukan detektor untuk gelombang elektromagnet , sebuah kemampuan dari seorang yang berbakat, yang sangat penting berasal dari gulungan magnet yang mengandung gulungan kecil kawat besi termagnetisasi. Ia bekerja sama dengan Thomson dalam meneliti perilaku ion dalam gas yang telah diberi sinar X, dan pada tahun 1897, meneliti mobilitas ion yang terkait dengan kekuatan medan magnet, dan pada topik terkait seperti efek fotoelektrik.
Pada tahun 1898 ia melaporkan keberadaan sinar alfa dan beta dalam radiasi uranium dan menunjukkan beberapa sifat-sifatnya. Di Montreal, terdapat beberapa kesempatan penelitian di Universitas McGill, dan penelitiannya mengenai isi radioaktif, khususnya pada emisi sinar alfa, dilanjutkan di Laboratorium Macdonald. Dengan R.B. Owens, ia mempelajari emanasi (pengeluaran) thorium dan menemukan gas mulia baru, sebuah isotop radon, yang kemudian dikenal sebagai thoron.
Frederick Soddy tiba di McGill pada tahun 1900 dari Universitas Oxford dan ia berkolaborasi dengan Rutherford dalam membuat teori disintegrasi radioaktivitas yang menunjukkan fenomena radioaktif sebagai proses yang terjadi di atom bukan molekul. Teori ini didukung dengan sejumlah besar hasil eksperimen, sejumlah bahan radioaktif yang baru pun ditemukan dan posisinya dalam rantai transformasi pun diperbaiki. Otto Hahn, yang selanjutnya menemukan reaksi fisi atom, bekerja sebagai bawahan Rutherford di Laboratorium Montreal apda tahun 1905-1906.
Di Manchester, Rutherford melanjutkan penelitiannya tentang sifat-sifat emanasi radium dn sinar alfa, dalam hubungannya dengan H. Geiger, sebuah metode pendeteksian partikel alfa tunggal dan perhitungan jumlah pemancaran dari radium pun ditemukan. Pada tahun 1910, penelitiannya ke arah penghamburan sinar alfa dan sifat alamiah struktur dalam atom yang menyebabkan penghamburan tersebut mengarah kepada postulasi konsepnya akan nukleus (inti atom), kontribusi terbesarnya pada bidang fisika. Menurutnya, secara praktis, keseluruhan massa atom dan pada waktu yang sama semua muatan positif di atom terkonsentrasi pada daerah pusat tertentu.
Pada tahun 1912, Niehls Bohr bergabung dengannya di Manchester dan ia mengambil struktur nuklir Rutherford hingga teori kuantum Max Planck, sehingga didapatkan teori struktur atom yang dengan perbaikan di kemudian hari, terutama adalah sebagai hasil pengembangan konsep Hesenberg, dan masih valid hingga saat ini. Pada tahun 1913, bersama dengan H.G. Moseley, ia menggunakan sinar katoda untuk menembak atom dari berbagai unsur dan menunjukkan struktur dalam sesuai dengan barisan grup yang menjadi karakteristik unsur. Setiap unsur dapat ditandai dengan nomor atom dan , lebih penting lagi, sifat-sifat tiap unsur dapat ditentukan dengan nomor ini.
Pada tahun 1919, selama tahun terakhirnya di Manchester, ia menemukan inti unsur sinar tertentu, seperti nitrogen, dapat terdisintegrasi sebagai dampak dari tumbukn partikel alfa yang berkekuatan, yang berasal dari sumber radioaktif, dan selama proses ini, proton dengan kecepatan tinggi dipancarkan. Blackett mebuktikan di kemudian hari, dengan ruang berawan (cloud chamber), bahwa nitrgen dalam proses ini sebenarnya ditransformasi menjadi isotop oksigen, sehingga Rutherford adalah yang pertama dengan sengaja mentransmutasi unsur dari yang satu ke yang lainnya. G. de Hevesy juga satu dari rekanan Rutherford di Manchester.
Sebagai seorang kepala Laboratorium Cavendish, ia mengemudikan sejumlah penerima Hadiah Nobel di masa depan karena prestasinya yang luar biasa seperti: Chadwick, Blackett, Cockroft dan Walton; sedangkan penerima Nobel yang bekerja dengannya di Cavendish untuk waktu yang singkat maupun yang lama adalah: G.P. Thomson, Appleton, Powell, dan Aston. C.D. Allis, pendamping pembimbingnya pada tahun 1919 dan 1930 menggarisbawahi “bahwa kebanyakan percobaan di Cavendish dimulai oleh arahan Rutherford atau dengan sarannya secara tidak langsung”.
Ia masih aktif dan bekerja hingga akhir hidupnya. Rutherford mempublikasikan beberapa buku: Radioactivity (Radioaktivitas) pada tahun 1904; Radioactive Transformations (Transformasi Radioaktif) pada tahun 1906, Menjadi Pengajar Silliman di Universitas Yale; Radiation from Radioactive Substances (Radiasi dari Bahan Radioaktif), dengan James Chadwick and C.D. Ellis (1919, 1930) –sebuah buku dokumenter menyeluruh yang menyajikan tabel khronologis semua paper penelitiannya hingga himpunan terpelajar dan lain-lain; The Electrical Structure of Matter (Struktur Elektrik Bahan) pada tahun 1926; The Artificial Transmutation of the Elements (Unsur Transmutasi Buatan) pada tahun 1933; The Newer Alchemy (Alkimia terbaru) pada tahun 1937. Rutherford diangkat sebagai warga terhormat pada tahun 1914, ia ditunjuk sebagai penerima Medali jasa pada tahun 1925, dan pada tahun 1931ia diberi gelar Baron Rutherford Nelson I, Selandia Baru dan Cambridge. Ia dipilih sebagai Penerima Beasiswa Royal Society pada tahun 1903 dan menjadi Kepala organisasi tersebut dari tahun 1925 hingga 1930.
Di antara penghargaannya yang begitu banyak, ia mendapat Medali Rumford pada tahun 1905 dan Medali Copley pada tahun 1922 oleh Royal Society, Hadiah Bressa pada tahun 1910 dari Akademi Sains Turin, Medali Albert pada tahun 1928 dari Himpunan Seni Kerajaan, Medali Faraday pada tahun 1930 dari Institusi Insinyur Listrik, gelar D.Sc. dari Universitas Selandia Baru, dan gelar doktor kehormatan dari Universitas Pennsylvania, Wisconsin, McGill, Birmingham, Edinburgh, Melbourne, Yale, Glasgow, Giessen, Copenhagen, Cambridge, Dublin, Durham, Oxford, Liverpool, Toronto, Bristol, Cape Town, London dan Leeds.
Rutherford menikah dengan mary Newton, putri satu-satunya dari Arthur dan Mary de Renzy Newton pada tahun 1900. Satu-satunya anak mereka, Eileen, menikah dengan ahli fisika R.H. Fowler. Hiburan utama Rutherford adalah golf dan bertamasya mengendarai mobil.
Ia wafat di Cambridge pada tanggal 19 Oktober pada tahun 1937. Debunya dikubur di bagian tengah ruang gereja Westminster Abbey, sebelah barat pusara Sir Isaac Newton dan Lord Kelvin

Wendell M. Stanley, Pemenang Hadiah Nobel Kimia Tahun 1946


Wendell M. Stanley
Wendell Meredith Stanley dilahirkan di Ridgeville, Indiana, pada tanggal 16 Agustus 1904. Ia memulai pendidikan yang maju di Kampus Earlham dan medapatkan gelar Sarjana Sains (Bachelor of Science) pada tahun 1926 ketika ia masuk ke Universitas Illinois, lalu mendapatkan gelar Master Sains (Master of Science) pada tahun 1927 dan gelar Ph.D. di bidang Kimia pada tahun 1929.
Ia melanjutkan perjalanannya di Illinois sebagai rekanan peneliti dan kemudian sebagai instruktur sebelum ia pergi pada akhir tahun 1930, untuk melakukan penelitian di Munich sebagai Penerima Beasiswa Dewan Penelitian Nasional. Di Munich ia bekerja dengan Heinrich Wieland hingga akhir tahun 1931, ketika ia kemudian kembali ke Amerika Serikat untuk mengambil jabatan sebagai Asisten di Institut Rockefeller. Ia menetap di Institut hingga tahun 1948, menjadi Anggota Rekanan pada tahun 1937, dan sebagai seorang anggota pada tahun 1940. Pada tahun 1948, ia ditunjuk sebagai Profesor Biokimia dan Direktur Laboratorium Virus di Universitas California; selama periode 1948-1953 ia adalah Ketua Departemen Biokimia dan pada tahun 1958, ia menjadi Profesor Virologi dan Ketua Departemen tersebut.
Stanley bertanggung jawab pada banyak penelitian yang penting tentang senyawa leprasida, stereokimia difenil dan sifat kimia senyawa sterol. Penelitiannya pada virus yang menyebabkan penyakit mosaik pada tanaman tembakau, mengarah kepada isolasi nukleoprotein yang menampilkan aktivitas virus mosaik temabaku. Virus ini tempak berperilaku seperti senyawa kimia yang tidak hidup, tapi virus ini menunjukkan aktivitas organisme hidup dan tumbuh. Penelitiannya yang terbaru adalah mengenai preparaasi dan penelitian virus influenza dan sejenisnya telah mengarah kepada pengembangan vaksin influenza tipe-sentrifuge. Ia dikenal dalam kewenangannya didunia pada virus dan sejenisnya, dan ia telah menulis lebih dari 150 paper dengan topik dan berkontribusi beberapa bab pada beberapa buku.
Profesor Stanley diberi penghargaan Hadiah Asosiasi Amerika untuk Pengembangan Sains pada tahun 1937, dan banyak penghargaan lainnya, termasuk Medali Rosenburger (dari Universitas Chicago), Hadiah Alder (dari Universitas Harvard) dan Penghargaan Scott (kota Philadelphia) pada tahun 1938; Medali Emas dari Institut Amerika di New York pada tahun 1941, Penghargaan Copernican pada tahun 1943; Medali Nichols (dari Himpunan Kimia Amerika) pada tahun 1946, Medali Gibbs (dari Himpunan Kimia Amerika)pada tahun 1947; Medali Franklin dan Sertifikat Penghargaan Presiden pada tahun 1948; Penghargaan Kedokteran Modern pada tahun 1958; Medali dari Himpunan Kanker Amerika untuk Pelayanan Menonjol dalam Pengendalian Kanker pada tahun 1963. Ia telah mendapat penghargaan gelar Doktor Sains oleh banyak universitas dan kampus, termasuk Earlham, Harvard, Yale (1938), Princeton (1947) dan Illinois (1959); gelar kehormatan Doktor Hukum Universitas California pada tahun 1946 dan Indiana pada tahun 1951, Seminar Teologi Yahudi di Amerika pada tahun 1953 dan Kampus Mills (1960); dan gelar Doktor, honoris causa, Universitas Paris pada tahun 1947.
Ia telah bekerja pada Dewan pada berbagai akademik, himpunan medis dan terpelajar lainnya, dan sebagai konsultan dan penasehat Pemerintah Amerika Serikat dan Organisasi Kesehatan Dunia. Ia melanjutkan karirnya sebagai Director-at-large, Himpunan Kanker Amerika dan juga sebagai anggota Dewan Penasehat Ilmiah di Institut Kanker Nasional. Ia merupakan anggota pada berbagai organisasi ilmiah.
Wendell M. Stanley menikah dengan Marian Staples pada tanggal 15 Juni 1929. Mereka memiliki satu anak laki-laki, Wendell M. Junior, dan tiga anak perempuan, Marjorie Jean, Dorothy Claire, dan Janet Elizabeth.
Wendell M. Stanley meninggal pada tanggal 15 Juni 1971.

William H. Stein, Penulis Nobel Kimia Tahun 1972


William H. Stein
Saya dilahirkan pada tanggal 25 Juni 1911 di kota New York, anak kedua dari tiga bersaudara, dari pasangan Freed M, dan Beatrice Borg Stein. Ayah saya adalah seorang wiraswastawan yang sangat tertarik dalam bidang urusan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan, dan ia pensiun di usia yang masih muda untuk mengabdikan sisa waktunya pada permasalahan tersebut yang ada di Asosiasi Kesehatan dan Tuberkolosis New York, Rumah sakit Montefiore dan instansi lainnya. Ibu saya juga demikian, tertarik dengan urusan masyarakat dan mencurahkan hidupnya untuk memperbaiki hidup anak-anak di kota New York.
Selama masa kecil saya, saya menerima banyak dorongan dari kedua orangtua saya untuk memasuki ilmu sains kedokteran atau ilmu sains dasar.
Pendidikan awal saya adalah di Sekolah Lincoln di Kampus Pendidik Universitas Columbia di kota New York, sebuah sekolah yang cukup maju pada saat itu dan membantu perkembangan minat aktif saya dalam seni kreatif, musik dan menulis. Di sana, saya mendapat pelajaran kimia pertama yang terbukti menjadi mata pelajaran yang sangat berharga dan sangat menarik.
Saya meninggalkan sekolah ini ketika saya berusia 16 tahun dan pergi ke Sekolah persiapan pertama di Inggris, yang bernama Akademi Phillips Exeter, yang pada saat itu, meski ada sedikit perubahan, memiliki didiplin dan lebig mengutamakan belajar dari pengalaman daripada yang saya dapatkan di Lincoln. Ketika di Exetrlah saya diperkenalkan dengan standar akurasi penulisan, dan kerja secara umum yang saya pikir telah memberikan manfaat besar, dan saya yakin bahwa gabungan antara sekolah progresif dan menyesuaikan kebutuhan seperti yang saya nikmati adalah persiapan yang baik. Dari Exeter, saya kuliah di Harvard yang juga saya nikmati, meski bukan karir akademik yang menonjol, dan lulus dari kampus pada tahun 1933 ketika terjadi depresi ekonomi hebat.
Saya mengambil jurusan kimia di kampus dan memutuskan untuk melanjutkan sebagai mahasiswa pasca sarjana pada ilmu tersebut. Namun hal ini malah menjadi bukti ketidakberuntungan penglaman saya pada tahun pertama kuliah karena prestasi yang sangat rendah. Saya nyaris mengabaikan karir di bidang sains sebelum ada yang menyarankan bahwa mungkin saya lebih menikmati biokimia daripada kimia organik.
Tahun berikutnya, saya pindah ke Departemen Biokimia, yang dikepalai Hans Clarke di Kampus Kedokteran dan Bedah di Universitas Columbia di New York. Departemen Columbia membuka mata saya. Profesor Clarke telah berhasil mengatasi dirinya sendiri dengan fakultas yang aktif dan mengesankan dan hampir sama dengan kumpulan mahasiswa yang saling memberi semangat. Dengan keadaan inilah saya mengalami perubahan yang luar biasa pada waktu yang singkat. Tesis saya melibatkan analisis asam amino pada protein elastin, yang kemudian diduga memainkan peranan dalam penyakit arteri koroner dan saya melengkapi persyaratan untuk gelar saya di Columbia pada tahun 1937, dan langsung pergi ke Laboratorium Max Bergmann di Institut Rokckefeller.
Ketika masih menjadi mahasiswa pasca sarjana, saya sangat beruntung bisa menikah, pada tahun 1936, Phoebe Hockstader yang telah memberikan dukungan sangat besar kepada sayalah yang menjadi istri saya. Kami memiliki tiga anak, William H. Jr., 35 tahun; David F., 33 tahun., dan Robert J., 28 tahun.
Bergmann, saya pikir, waktu itu adalah ahli kimia protein yang sangat besar pada abad itu, dan dia jugalah yang mampu mengumpulkan sebuah grup pasca doktoral yang sangat berbakat. Di laboratoriumnya ketika saya ada di sana, terdapat Dr. Moore, sebagai tambahan, ada pula Dr. Joseph S. Fruton, Dr. Emil L. Smith, Dr. Klaus Hofmann, Dr. Paul Zemenick dan lainnya. Ketika itu, sangatlah tidak mungkin untuk tidak berurusan dengan bisnis penelitian dalam kimia protein oleh Bergmann, dan dengan grup luar biasa yang ada di sekitarnya.
Tugas Moore dan saya adalah untuk mengembangkan metode analisis akurat untuk penetapan komposisi asam amino dalam protein, karena Bergmann percaya, sebagaimana kami juga percaya, bahwa analisis asam amino dalam protein melahirkan pertalian yang kuat antara makromolekul ini berasal dari analisis dasar kimia senyawa organik yang lebih sederhana. Selama epriode ini di pertengahan tahun 1930-an, Bergmann dan Fruton beserta koleganya mengerjakan spesifikai enzim proteolitik, yang memiliki pengaruh yang sangat besar pada pengetahuan kita tentang bagaimana fungsi enzim dan memungkinkan untuk menggunakan enzim proteolitik ini sebagai alat untuk mendegradasi dan menurunkan struktur molekul protein sejak itu.
Penelitian tentang protein tertunda selama perang berlangsung karena adanya tekanan, dan Dr. Moore meninggalkan laboratorium untuk membantu Washington dan di tempat lain. Keseluruhan grup ini terikat dengan penelitian untuk Kantor Pengembangan dan Penelitian Ilmiah. Kematian Bergmann pada tahun 1944 mengejutkan dunia karena ditinggal seorang ahli kimia yang terkenal, dan tentu saja, meninggalkan laboratorium tanpa adanya kepala. Grup ini terus melanjutkan fungsinya hingga perang berakhir ketika Moore dan saya sangat beruntung karena diminta oleh Dr. Herbert Gasser, Direktur Institut, untuk menetap di Rockefeller dengan kebebasan untuk melakukan apapun ynag kami sukai di bidang biokimia.
Pada waktu yang sama, telah terjadi pengembangan luar biasan di Inggris tentang pemisahan asam amino dengan khromatografi kertas oleh Martin dan Synge dan Sanger telah memulai penelitiannya pada penurunan struktur insulin. Selanjutnya, mungkin tidak mengejutkan nahwa Moore dan saya meringkas kerjasama kami dan mengikuti saran oleh Synge untu memulai memisahkan asam amino dengan kolom pati kentang. Kami sangat beruntung dengan menggunakan jenis pati kentang ini, yang sangat cocok untuk kebutuhan analisis kami, dan sejak saat itu, dimulai analisis asam amino pertama, yang dilanjutkan dengan analisis struktur protein. Dari kolom berbahan pati kentang, kami mencapai kemajuan dengan menggunakan resin penukar ion, yang mengembangkan alat analisis asam amino otomatis, bersama-sama dengan sebuah grup peneliti yang sangat ahli di bidangnya, juga dimulai penelitian struktur ribonuklease.
Kolom ini juga digunakan untuk tujuan lain. Pada penelitian sebelumnya, kami mengembangkan pengumpul fraksi otomatis yang mamu menghitung secara otomatis, yang sekarang telah banyak didapatkan dalam instrumen laboratorium biokimia di seluruh dunia.
Saya harus mengaskan bahwa pengembangan metode tumbuh sesuai kebutuhan bukan karena keinginan khusus untuk mengembangkan metode. Kami butuh mengetahui komposisi asam amino senyawa protein, kami juga perlu untuk memisahkan dan menganalisis peptida dengan hasil yang baik, dan juga kami butuh untuk memurnikan senyawa protein secara khromatografi. Oleh karena saat itu tidak ada metode yang digunakan untuk melakukan hal-hal tersebut, maka kami harus mengembangkan sendiri. Kami tidak hanya ingin tahu urutan asam amino dalam enzim seperti ribonuklease, tapi kami juga ingin mencari tahu sebanyak mungkin yang kami bisa tentang apa yang menyusun enzim, dan setelah kami mengambil enzim tersebut dan menelitinya sejauh yang kami pikirkan, kami pun beralih pada sejumlah pertanyaan lain yang tercantum dalam Kuliah Nobel.
Selama waktu ini, kami mendapat dukungan dari administrasi di Rockefeller yang percaya dengan membiarkan kami melakukan hal-hal tersebut yang kami pikir sangat penting, dan selama beberapa tahun terakhir penelitian ini, kami juga mendapat bantuan keuangan dari NIH. Untuk hal inilah, dan karena khususnya sejumlah besar kolega berbakat dan tekun yang kami miliki di laboratorium , kami sangat bersyukur.
Selama peride ini, masing-masing dari kami, secara alami, membangun ketertarikan degan hal-hal di luar laboratorium. Saya, sebagai contoh, menjadi sangat perhatian dengan penyebaran informasi ilmiah dan dengan satu cara dan lainnya, telah terikat dengan Jurnal Kimia Biologi untuk Bahan selama lebih dari lima belas tahun. Selama perriode inilah, telah menjadi sebuah keistimewaan buat saya untuk bekerja dengan sebuah grup ahli biokimia yang berdedikasi dan mengabdikan diri mereka untuk bekerja dengan rekanan ahli iokimia lainnya di seluruh dunia.
Himpunan Kegiatan Ilmiah – Akademi Sains Nasional, Akademi Seni dan Sains Amerika, Himpunan Ahli Kimia Biologi Amerika, Himpunan Biokimiawan London, Himpunan Kimia Amerika, Asosiasi Amerika untuk Pengembangan Sains, Himpunn Harvey New York.
Saya adalah anggota Dewan Editor Jurnal Kimia Biologi, yang sangat selektif, selama enam tahun, dan menjadi Ketua Dewan ini selama tiga tahun 1958-1961. Setelah merampungkan penelitian saya di Komite Editorial, saya menjadi anggota Dewan Komisaris Editorial Jurnal Kimia Biologi pada tahun 1962, dan menjadi Editor Rekanan dari tahun 1964 hingga tahun 1968. Saya menjabat redaktur, menggantikan John T. Edsall pada tahun 196, sebuah jabatan yang terpaksa saya lepaskan karena sakit.
Akitivitas lainnya – Anggota Dewan Institut Penyakit Saraf dan Kebutaan NIH, pada tahun 1961-1966; Ketua Komite Nasional Biokimia Amerika Serikat pada tahun 1968-1969; Pengajar di Phillip Schaffer Universitas Washington di St. Louis pada tahun 1965; Pengajar Harvey pada tahun 1956, Pengajar Phillips di Kampus Haverford pada tahun 1962, Profesor Tamu di Universitas Chicago pada tahun 1961; Profesor Tamu di Universitas Harvard pada tahun 1964; Anggota Dewan Penasehat Kedokteran, Sekolah Kedokteran Hadassah Universitas Hebrew pada tahun 1957-1970, Komisaris Rumah Sakit Montefiore.
Penghargaan (berbagi dengan Stanford Moore): Penghargaan Himpunan Kimia Amerika dalam Khromatografi dan Elektroforesis pada tahun 1964, Medali Richards dari Himpunan Kimia Amerika pada tahun 1972; Penghargaan Kaj-Linderstrøm-Lang di Kopenhagen pada tahun 1972.
William H. Stein meninggal pada tanggal 2 Februari 1980